RSS

Batu,Kerikil,& Pasir

15 Des

Perkuliahan hari ini memang berjalan seperti biasa. Masuk jam 7.20 dan di kampus 2 yang jaraknya lumayan lebih jauh dari kampus 1. Akan tetapi ada sebuah cerita yang diberikan seorang dosen cantik yang bernama Miss Ita yaitu dosen Bahasa Inggris. Cerita tentang sebuah filosofi yang tidak diketahui siapa pengarangnya.

Ada seorang guru besar filsafat disebuah Universitas sedang mengajar mahasiswanya. Disitu sang guru memberikan filosofi-filosofi berupa perumpaan. Sang guru membawa batu,kerikil,dan pasir. Benda-benda tersebut kemudian dimasukkan didalam sebuah wadah plastik. Pertama kali benda yang dimasukkan adalah pasir, kemudian kerikil, dan yang terakhir adalah batu. Dan apa yang terjadi? Pastinya tas plastik tersebut sangat penuh dan mungkin malah tidak muat oleh benda-benda tersebut. Bagaimana kalau cara memasukkan benda tersebut dibalik?? Pertama kali kita masukkan batu besar disusul kerikil dan barulah pasir. Akan ada perbedaan dari cara kedua karena kerikil-kerikil tersebut bisa masuk kesela-sela batu tersebut. Apalagi butiran pasir yang halus lebih mudah masuk kesela-sela antara kerikil dan batu-batu besar.

Apakah makna yang dimaksud dari guru besar tersebut? Sebenarnya sangatlah simple. Batu,kerikil,dan pasir diibaratkan sebagai prioritas-prioritas dalam hidup. Batu besar sebagai prioritas utama,kerikil sebagai prioritas kedua, dan pasir adalah prioritas terakhir. Dan yang dimaksudkan dari Miss Ita adalah kami sebagai mahasiswa haruslah bisa membagi prioritas utama agar semua prioritas bisa terlaksana dengan baik. Jangan sampai prioritas kedua bahkan ketiga yang lebih kita kedepankan. Jadi kita sebagai mahasiswa harus mengedepankan belajar daripada prioritas lain yang kurang penting contohnya pacaran.

Mungkin semua itu sangat tepat jika ditujukan untuk mahasiswa-mahasiswa yang masih berstatus single apalagi biaya kuliahnya murni 100% dari orangtua. Dan akhirnya malah menjadi dilema jika ditujukan padaku. Dengan statusku sekarang apakah belajar adalah prioritas utamaku?Mungkin untuk orang kebanyakan mungkin malah bertanya balik kepadaku ”Kenapa kamu kuliah jika prioritas belajar bukanlah yang utama?”. Semuanya sebenarnya menjadi rumit, karena aku adalah seorang istri yang merangkap mahasiswa. Jadi prioritas utamaku adalah keluarga. Aku harus mengedepankan semua urusan tentang keluargaku. Dan belajar mungkin bagiku adalah kerikil karena dalam keseharian semua hal tentang kewajibanku sebagai istri harus di nomor satukan. Suamiku pernah bilang dia sangat mendukung aku kuliah akan tetapi aku harus berjanji janganlah sampai kuliah mengganggu kehidupan rumah tangga kami. Aku harus pintar bagi waktu antara belajar dan semua hal yang berhubungan dengan rumah tangga contohnya mencuci,masak,bersih-bersih,dsb. Semoga meskipun belajar adalah kerikil akan tetapi selalu bisa masuk kesela batu-batu. Terimakasih Miss Ita akan ceritanya yang membuatku berpikir akan prioritas hidup yang harus bisa aku bagi. *by Ning

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 15, 2010 in Renungan, UMUM

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: